Skill

Bos yang Tak Mudah

Bos yang Tak Mudah

Seorang teman datang berkesah. Saya tahu, dia bukan orang yang mudah menyerah. Tetapi beberapa upaya yang ditempuh untuk berkomunikasi nyaman dengan atasannya membuat hidupnya hari-hari ini terasa tidak mudah.

“Saya menyerah,” ujarnya. “Arahannya sudah saya jalankan. Tetapi selalu salah atau yang terjadi selalu minta diganti dan diganti. Jadi perintah A, akan berubah sekejap menjadi B atau C,” tambahnya.

Saya membiarkannya terus bercerita. Tanpa menyela. Buat saya ini justru seni di setiap tempat kerja. Suka duka itu selalu menyertai, diminta atau tidak.

Lama, kemudian dia lalu bilang: “Ngapain ya mengeluh seperti ini? Toh keluhanku tidak akan mengubah dia,” lanjutnya.

Pernyataan dia menarik perhatian saya. Mengungkapkan perasaan kesalnya membuat ia menemukan sendiri solusi menghadapi atasan yang tak mudah. Dan saya yakin, solusi yang ditemukannya sendiri akan jauh lebih powerfull dibandingkan bila jalan keluar datang dari orang lain.

Jadi, bos kamu mengesalkan?
Ubah cara pandangmu. Persepsikan ia dalam bentuk yang membuatmu tersenyum.

Tak berhasil? Buatlah masalahmu mengecil dan jauh lebih kecil. Supaya kita bisa melihat jalan keluar yang lebih besar.

Membesarkan masalah hanya akan mengerdilkan jalan keluar atau pemecah solusi yang sebetulnya dengan mudah kita temukan.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *