General

Honger is de beste sauce


Sambil menunggu teman memberikan presentasi di perusahaan, iseng-iseng saya coba menulis. Tak elok kan kalau usai manggung lalu saya terlihat terkantuk-kantuk di depan peserta trainer. Jaim dikit dong, hehehhehhehe

Saya adalah seorang penikmat makanan. Buat saya makan adalah kenikmatan dan tidur adalah kemewahan. Kok kayaknya hidup saya hanya untuk makan dan tidur ya prioritasnya. Hehheheh. Tidak begitu sih tepatnya.

Saya paling suka makan bersama teman-teman. Saat makan adalah saat buat saya dan teman-teman membicarakan apa saja dengan suasana santai. Penuh tawa dan canda. Apapun makanannya, rasanya pasti enak.

Tetapi ada seorang teman yang selalu menilai kwetiau yang kami nikmati tidak enak, daging lada hitam yang dipesan alot, nasinya kurang pulen, melonnya tidak manis dan lain sebagainya. Capek deh kalau mendengar dia menilai makanan yang kami nikmati bersama. Tak ada yang lepas dari celaan dan kritikan dia. Saya sih tutup telinga saja. Berkumpul dan makan bersama dengan teman saja sudah merupakan kebahagiaan buat saya. Jadi sebodo deh dia mau komentar seperti apa.

Tetapi kok saya jadi kepikiran ya. Kenapa dia selalu mencela. Padahal habis juga tuh semua yang ada di depan mata. Sering gak sih menemui teman yang seperti ini?

Di meja yang lain kita menikmati kemewahan beragam makanan. Di sudut lain, jangankan kemewahan, sebutir nasi pun masih harus diperjuangankan. Tidak adil banget ya dunia?

Padahal, lapar adalah lauk yang paling nikmat. Honger is de beste sauce, kata orang. Mudah-mudahan nulisnya tidak salah. Menurut Anda?

Selamat menikmati Sabtu.

Emmy Kuswandari, Agustus 2009

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *