Networking, Skill

Jebakan Google

Menuntut ilmu itu cukup dengan meluruskan niat dan menghilangkan malas. Dan its make my day. Sehari tujuh kali naik ojek Thamrin Manggarai, hari itu. Dekat sih. Tapi kalau lari, lumayan juga. Jam 8 pagi dan berakhir hampir jam 5 sore. Menulis dengan tangan paling banyak sepanjang tahun ini barangkali. Dokumen setebal matras protector. Dan tidak boleh bosan dengan pertanyaan berulang.

Sertifikasi PR sudah lama saya tunggu-tunggu, setelah sebelumnya menjalani akreditasi PR. Wajibkah dua-duanya? Tidak tentu saja. Ini lain dengan sertifikasi guru, yang boleh mengajar bila memenuhi syarat administratif, diantaranya sertifikasi.

Tapi saya niat. Niat sekali. Dengan mengusung 3 bundel portofolio. Keren? Ya ndak juga, karena memang banyak bukti yang harus disertakan. Sertifikasi ini lain dengan akreditasi. Kalau akreditasi, kita diminta untuk presentasi program. Sedangkan sertifikasi, cukup dengan menyertakan berbagai bukti-bukti administratif dan bukti pekerjaan, tergantung jenis atau level sertifikasi yang diambil.

Oh ya, karena disebut ada dua asesor, googlinglah saya nama yang dimaksud. Saya menemukan nama asesor tersebut beserta foto dan aktivitasnya. Wedihhhhh keren. Di organisasi mobil, jago petualangan, orangnya asoy dan dengan tipe hobi seperti ini, pasti menyenangkan untuk diajak ngobrol. Ayemlah ati.

Lalu briefing dimulai. Dua orang senior. Yang betul-betul sudah senior. Hemmmmmmmm……..aku masih mbatin, pasti asesorku masih asyik ngopi di lobi. Karena foto dan aktivitas yang aku temukan di goggle lain dengan bapak ini.

Briefing hampir usai. “Eh mas, asesorku yang mana?” Tanyaku penasaran. “Itu bu yang tadi dalam ruangan,” jelas panitia. Aku mlongo.

Wah runtuh imajiku untuk bisa ngobrol asyik tentang dunia luar. “Saya pensiunan. Cucu yang paling memberatkan kalau saya mau berangkat aktivitas seperti ini,” jelasnya saat kami bertatap muka. Aku manggut-manggut. Tapi kami ngobrol asyik juga jadinya. Dan dengan senior biasanya kita cukup menjadi pendengar yang baik. And its work. Saya malah sedikit tanya. Karena jawabannya banyak.

Proses panjang sudah dilalui..hasilnya sebulan lagi.

Lha ngopo sih kudu sertifikasi? Jawabnya pasti beragam. Tetapi pekerjaan rumah yang berat buat Bpp Perhumas adalah kurang lebih baru 10 persen humas di swasta yang mengambil program ini.

Karena kita tak bisa menilai diri kita sendiri.

 

Facebook Comments

4 thoughts on “Jebakan Google”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *