General, Networking, Skill

Kamu Masih Bergairah?

“Aku sedang tidak bergairah.”  Kalimat ini bagi yang sudah berpasangan dan menikah tentu bagai bom yang dijatuhkan tak jauh dari telinga. Mungkin suaranya hanya bisikan lemah, tapi efeknya bikin jantungan tentu saja. Lalu buru-buru olah-raga, mengirim bunga dan rayuan seperti zaman pacaran dulu kala. Atau buru-buru cari Viagra.

Bukan…bukan…..saya  tidak sedang bahas gairah yang itu. Gak usah sensi, mblo. Tapi gairah yang lain.

Gairah, passion dan cinta. Ini kata-kata sakti saya. Bekerja buat saya memerlukan gairah. Pasti bumbunya cinta. Jika kita bekerja karena cinta, maka feedback yang kita dapatkan pun akan mengikutinya.  Cinta itu bisa mewujud teman-teman kerja yang hangat, komunikatif dan sama-sama penuh gairahnya untuk membuat satu lompatan demi lompatan karya.

Energi positif inilah yang akan mengelilingi kita. Kekekalan energi ini yang akan melingkupi kita. Yakin kan kalau energi itu tidak bisa hilang, tidak akan habis  hanya akan berubah wujud. Kekayaan  energi baik ini pula yang akan membantu kita jatuh tujuh kali dan bangkit delapan kali. Dinamika  kerja yang kita nikmati sebagai perjalanan yang menyenangkan.

Oktober 2018 ini peringatan 11 tahun saya bekerja di Sinar Mas. Setelah sebelumnya 11 tahun bekerja sebagai wartawan.  Tahun-tahun saya sebagai pembelajar. “Kejamilah dirimu, sebelum kamu dikejami orang lain,” begitu dulu mentor saya bilang pada waktu saya masih menjadi wartawan.  Dan itu yang terus saya bawa ketika memutuskan berganti haluan. Mengejami diri dengan belajar. Dunia korporasi yang masih sangat baru buat saya, dan terus berkembang. Belajar mengatasi krisis, belajar bersosial media, belajar berjejaring, dan terus belajar untuk tulus berteman. Dan terus belajar hingga kini.

Wartawan adalah pekerjaan yang saya cintai dari hati. Mengenal setiap sudut negeri ini dan benar-benar mengolah untuk menajamkan mata dan telinga. Yang paling utama menajamkan hati, mata hati. Dan hingga sekarang terus menulis supaya tidak lupa mengetik 10 jari. Halahhhhhhh……. Di perusahaan saat ini pun saya belajar banyak sekali. Dan guru-guru hebat yang setiap hari bisa saya jumpai, bahkan bisa berdiskusi dan berkomunikasi dengan intens. Dari atasan yang memulai rapat jam 7 pagi, hingga tetap on dalam meeting yang sudah mendekati pergantian hari. Dari penerbangan yang berjam-jam dan berbeda waktu, lalu landing dan siap untuk bertemu wartawan atau memimpin rapat yang lebih pelik lagi. Selalu ada kata yang siap, wajah yang cerah dan juga gagasan-gagasan segar yang bisa terus dimunculkan. Dari mereka saya belajar banyak untuk tidak malas, mengatur waktu dan mempelajari hal-hal baru.

Di Sinar Mas ini, sekolah terbesar untuk saya. Ibaratnya lulus Paud, dan saya harus belajar lari sprint untuk bisa cepat tahu bagaimana berkomunikasi, mengelola kristis, mengelola SDM dan lain sebagainya. Dan standar pencapaian yang selalu naik dari waktu ke waktu.  Saya berpikir kapan saya lulusnya kalau pelajarannya selalu nambah. Tetapi itulah dinamika.

Stress? Lelah? Putus asa? Manusiawi sebetulnya rasa seperti ini muncul. Di pekerjaan apapun,  di profesi apapun.  Ingat saja Nella Kharisma: Kuat dilakoni, nek ra kuat ditinggal ngopi. Ya………..kadang kita harus melipir sedikit untuk bisa melihat apa yang kita kerjakan dari jauh. Kadang kita harus menghirup nafas lebih  panjang, agar bisa menghembuskan nafas dengan lebih pelan. Lalu jernih kembali.

Tahun makin berjalan, gairah dan cinta saya masih sama besarnya. Bahkan saya menantang diri saya sendiri  agar memiliki capain-capaian baru lagi. Tahun ini capaian saya adalah satu tahun menekuni lari. Dan saya akan terus berlari. Berlari dengan cinta, menebarkan kasing sayang dan energi baik, untuk diri sendiri dan dimulai dari lingkungan terkecil kita.

Iya, buat saya bekerja itu memerlukan gairah. Dan cinta.

#tumbuhbersama #smbeforeafter #80tahunsinarmas #sinarmas

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *