General

Mati Aku!

Banyak orang lebih takut berbicara di depan umum daripada mati. Tidak percaya? Saat teman atau kolega tiba-tiba dipanggil ke depan untuk berbicara, kalimat yang seringkali kita dengar adalah “mati aku”. Grogi, demam panggung, merasa kecil dan tak sanggup bicara langsung saja menerpa.

Sama seperti anak-anak yang tidak suka pelajaran matematika, berbicara di depan umum juga menjadi momok bagi banyak orang. Padahal ketrampilan berbicara di depan umum ini sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Tidak saja untuk presentasi, pidato, menjadi pembawa acara, bahkan dalam rapat pun, ketrampilan ini kita perlukan. Berbicara di antara teman-teman atau pun berorganisasi juga memerlukan ketrampilan ini.

Masalah mendasarnya, ketrampilan untuk berbicara ini tidak diajarkan secara formal di sekolah kita. Kita hanya diajarkan menulis, membaca, menghitung dan berbahasa. Tetapi tidak ada atau sangat jarang yang mengajarkan berbicara. Berbicara di depan umum tentu bukan sekedar berdiri di depan, memegang pengeras suara tetapi bagaimana membuat orang mampu mendengar dan memercayai apa yang kita sampaikan.

Kelemahan sekolah di Indonesia (dalam berbagai level) adalah tidak memberikan porsi yang cukup tentang narasi. Jangankan berbicara, kelas biasanya akan hening kalau guru mengatakan: ada pertanyaan? Padahal ketrampilan untuk berbicara dengan runut, intonasi jelas dan kronologis pesan yang akan disampaikan merupakan ketrampilan seumur hidup yang perlu kita miliki.

Jadi apa yang perlu kita lakukan agar ketrampilan ini terus berkembang dalam diri kita? Yang utama, tertariklah untuk selalu belajar. Buang jauh-jauh rasa grogi. Katakan pada diri kita, ya…saya memang grogi. Menyangkal bahwa kita grogi barangkali tidak menolong keadaan. Setelah nyaman menerima kenyataan ini, buatlah diri kita senyaman mungkin. Dengan rasa nyaman, oksigenpun akan mengalir lebih baik. Saat grogi, nafas kita akan pendek-pendek seperti kehabisan oksigen. Akibatnya suara pun jadi tidak jelas dan hanya akan membuat kita bicara lebih cepat. Pendengar kita pun tentu akan terganggu. Bernafaslah pelan. Bicara perlahan dan jelas. Ini akan membantu kita mengurangi grogi.

Mulailah dengan kejujuran. Saat kita memulai dengan pernyataan yang tidak jelas karena tidak kita kuasai dengan baik, ini hanya akan menghilangkan kepercayaan audience. Tidak apa-apa memulai dengan kalimat yang sederhana untuk menyampaikan maksud kita. Hal ini jauh lebih mudah dipahami orang.

Kata-kata mungkin bisa berbunga-bunga, yang membuat orang terpesona. Tetapi jangan lupa, kata bisa berbohong. Bahasa tubuh kita akan mengantarkan pesan yang sebenarnya. Jadi bersikaplah yang benar dan tulus. Dan untuk membuat ketrampilan hidup ini makin berkembang, jangan alergi dengan kritikan. Terbukalah untuk belajar dan mendengarkan masukan orang lain.

Jadi, pastikan tidak ada lagi kata: mati aku, saat diminta untuk maju dan berbicara. Ini saatnya menunjukkan gagasan-gagasan kita.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *