Skill

Mencintai Airmin

Mungkin kamu satu dari penggemar akun twitter TNI Angkatan Udara. Lembaga militer yang biasanya terkenal kaku, sesuai komando dan hanya memberikan informasi garing menjadi berbeda di tangan Airmin, sebutan untuk admin twitter TNI AU yang mendapat mandat untuk berinteraksi di dunia maya.  Setiap cuitan Airmin rasanya membuat banyak orang penasaran. Kehidupan militer yang kaku seakan lebur dalam jawaban-jawaban Airmin yang  mengena di hati milenial.

Perhari ini sudah ada 246 ribu follower di akun @_TNIAU, dan hanya ada  27 akun yang diikuti oeh akun tersebut, kebanyakan adalah akun dari kesatuan lain dan lembaga pemerintah. Akun @_TNI AU yang dikelola oleh Dinas Penerangan TNI AU tersebut memang menjadi trendsetter bagi admin-admin atau yang biasa dipanggil mimin bagi banyak pengelola media sosial milik institusi.

Gaya Airmin yang santai, santun tetapi sesekali tegas ini banyak disukai netizen. Mungkin harusnya seperti itu gaya berkomunikasi di media sosial. Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Jemi Trisonjaya pernah menjelaskan, meski  bergaya santai, tetapi mereka yang di belakang akun resmi tersebut bukan orang-orang sembarangan. Mereka dipastikan perwira muda yang memiliki kualifikasi cerdas, berdedikasi, integritas baik, kreatif dan inovatif. “Jelas bukan orang sembarangan,” ujarnya.

Bergaya milenials, bukannya tanpa alasan. Ingin dekat dengan generasi muda, itu yang menjadi alasan utama. Awalnya media komunikasi ini dibuat dengan misi utama untuk menyebarkan informasi mengenai pendaftaran masuk TNI AU. “Kami tidak mungkin menyiarkan informasi pembukaan TNI AU begitu saja. Siapa generasi muda yang tertarik? Kalau kami jawab buka saja web dan jawaban-jawaban standar lainnya, sudah pasti banyak calon pendaftar yang akan mundur teratur,” ujar Kapten Ahmad Irvan, Cyber Team Dinas Penerangan (Dispen) TNI AU, dalam satu kesempatan diskusi.

Apakah tidak ada tantangan dari internal TNI AU sendiri? Pasti ada. Integritas dan tujuan jelas diperlukan di sini sebagai alasan yang utama. Pesan yang sampai pada audiens adalah yang utama. Generasi zaman oldtentu harus berbesar hati mengalah pada kepentingan yang lebih besar.

Lihatlah cuitan Airmin Jumat 5 Januari 2018. Saat Airmin infokan event di Yogya Urban Obstacle Run Maret nanti di Lanud Adisucipto, ada saja pertanyaan netizen yang  dijawab Airmin dan bikin ngakak. “Di Halim kapan, Min?”

Airmin pun menjawab “Kenapa harus di Halim ketika di Yogya ada. Kenapa harus Hani, ketika Rika ada. Begitu kata Bang Rhoma.”

Jawaban-jawaban jenaka Airmin ini membuat penasaran banyak orang. Namun, untuk beberapa kasus, Airmin akan berkata tegas bahkan melakukan tindakan yang membuat jera. Gaya komunikasi Airmin yang luwes ini seakan menegaskan, Anda Sopan Kami Segan, yang banyak tertempel pada stiker zaman dulu.

Lalu apakah tertebak siapakah Airmin saat ini? “Biarlah Airmin menjadi teka-teka dan misteri di dunia maya untuk para netizen,” Jemi pernah menjelaskan.

Menjadi pertanyaan kini, apakah lembaga resmi atau korporasi siap berubah gaya sesuai dengan tuntutan milenial untuk menyampaikan produk atau pesannya?  Masih menjadi debat panjang.  Sementara milenial merupakan pasar besar yang potensial.

Terima kasih Airmin. Karena kamu, kami jadi banyak tahu tentang TNI AU. Ndak salah kan kalau jatuh cinta dengan Airmin?

https://twitter.com/_TNIAU/status/949231204494028801

https://twitter.com/_TNIAU/status/949072688630280193

https://www.qureta.com/post/mencintai-airmin

 

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *