Skill

Personal Branding

Saya sebetulnya lebih suka menggunakan bahasa yang mudah. Nanti saya coba cari padanannya. Di dunia media sosial, ada beberapa akun yang suka saya amati. Yang mengeluh tak berkesudahan. Yang membuat pencitraan  dirinya lebih besar dari bayangannya. Yang pintar tetapi menyamar pekok. Semuanya ada. Dunia maya, kadang menjadi dunia suka-suka. Terserah loe mau jadi apa saja.

Tetapi tak jarang, banyak yang memanfaatkan media sosial ini untuk berkicau dengan tetap menjadi dirinya. Tampil manis, tetapi tak manja. Cerdas dan kadang ada minusnya dalam tempo yang tak terlalu lama bedanya. Tak menggerutu kalau tak perlu.

Jadi bagaimana sebaiknya menampilkan diri di media sosial kita? Apapun gayamu, jujur adalah yang utama. Syukur cuitanmu membuat mereka yang baca tersenyum gembira. Atau pembaca buah-buah pikirmu merasakan ada manfaatnya.

Kamu bisanya melucu? Mungkin itu adalah kekuatanmu. Tampilkanlah kelebihan, kekuatan dan keahlianmu. Atau kamu justru merasa berbeda? Itu juga point bagus untuk tampil sebetulnya. Berani tampil beda karena kita tahu kelemahan, kekurangan dan kelebihan kita sendiri. Berani tampil beda juga pernyataan percaya diri.

Yang perlu diingat. Selaraskan antara dunia nyata dan mayamu. Apa yang disebar di dunia maya sebaiknya cermin kepribadian kita di dunia nyata. Selaras dan konsisten, maka hal ini memungkinkan personal branding akan berhasil. Kalau tak sesuai, orang akan melihatnya sebagai sesuatu yang ganjil.

Jadi, jangan jadi manusia ganjil. Karena Tuhan menciptakan kita untuk saling menggenapi.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *