General

Sepucuk Angpau Merah

 

Ada tradisi menarik di kantor. Kami berkumpul antarpilar usaha. Setahun 3 kali. Merayakan Natal dan Tahun Baru, Imlek dan Lebaran. Ruangan paling besar di Thamrin bisa menampung 200-300 orang. Di acara inilah bisa bertemu dan kenalan dengan pic dari bisnis lain yang selama ini mgk hanya lewat telpon atau email.

Acaranya selalu menarik. Kadang diisi dengan perkiraan situasi bisnis ke depan, makna toleransi dan berbagi dan kalau pas Imlek diisi salah satunya diisi dengan fengsui. Tak selalu, tetapi tema-temanya selalu menarik.

Baru bulan lalu merayakan Natal dan Tahun Baru, hari ini dekor sudah berganti dengan suasana Imlek. Jangan bayangkan kami hanya datang dan duduk manis. Dekor, catering, nara sumber, tamu, dan printilan kegiatan dikerjakan sendiri. Jadi, bisalah nyambi jadi EO. Saya hanya bantu yang remeh temeh. Tetapi teman-teman lainnya akan mengerjakan sejak sore hingga larut malam.

Bisa tanpa EO mengerjakan itu semua?
Jangan khawatir. Bahkan membuat foto copy bolak balik hingga binding pun kami mahir. Dan hampir semua kegiatan besar dikerjakan tanpa EO. (Pesan terselubungnya mblo, kalau merit undang kami aja, beres acaramu.)

Kenapa sih capek kok senang? Padahal salah pasti kena omel. Berpikir positif saja. Beginilah sekolah. Banyak hal baru, belajar, mengerjakan sendiri dan tahu salah atau kurang tepatnya dimana. Dengan mengerjakan sendiri, diam-diam itu memperkaya skill kami. Dan dampaknya di lapangan memudahkan utk saling back up pekerjaan. Ini proses panjang. Anak-anak magang bisa tersenyum kecut kalau pas dapat banyak event, tetapi di akhir masa magang mereka akan tersenyum lebar karena punya ilmu baru yang bisa diterapkan di dunia kerjanya nanti.

Pressure membuat kami harus banyak berimprovisasi. Kenakalan, kejahilan dan kecerdasan saling menimpali. Tak ada rotan, akar pun jadi. Siapa yang bisa bekerja dan bersama-sama kerja akan terseleksi oleh waktu.

Kami menikmati proses ini. Proses #TumbuhBersama.

Acara diakhiri dengan sebutir jeruk manis. Agar manis pula hidup kami di tahun ini. Semua mendapat satu-satu tak mengenal apa jabatannya. Dan sepucuk angpau merah. Dengan isi yang sama.

Februari segera berlari menuju Maret. Lalu tiba-tiba masuk Ramadhan lagi. Dekor akan segera berganti.

Dan kami tak lelah mengejar Matahari.

Oh ya, apapun shio kamu, kalau ngopi ajaklah shio kelinci. Makin meriah soremu. Dan itu aku.

 

 

Facebook Comments

2 thoughts on “Sepucuk Angpau Merah”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *