Skill

Signature

Menulis bagi banyak orang kadang menakutkan. Terlebih dengan ketrampilan yang sangat minim.  Bagi praktisi public relation bisa jadi inilah bencana.  Ini adalah salah satu ketrampilan dasar yang wajib kita miliki.

Kenapa sih menulis menakutkan? Percaya dirilah. Jangan takut. Ketakutan itu barangkali karena kurang membaca.  Tak mungkin ada tulisan bagus tanpa membaca. Lalu kalau tak ada ide atau mampet? Membaca tetap jadi solusinya.

Biasakan membuat outline untuk tulisan yang seserhana sekalipun.  Outline inilah yang akan jadi penuntun kita.  Dari outline ini akan terlihat bagaimana bentuk tulisan kita nanti.

Awalilah tulisanmu dengan jujur.  Tulisan yang jujur memudahkan membuat cerita yang mengalir. Kebohongan atau menyembunyikan data atau fakta merupakan jebakan untuk diri kita sendiri.

Hasil tulisan masih belum memuaskan? Baca dan bacalah banyak referensi. Meniru gaya pilihan diksi penulis favorit bukanlah dosa. Lama-lama akan muncul gaya kita sendiri.

Semakin pendek kita menulis – rilis – misalnya, biasanya makin tidak mudah. Tetapi inilah tantangannya. Sederhana atau kesederhanaan itulah yang indah.

Tahapan lain yang harus kita taati yaitu mengedit.  Jadilah editor yang baik untuk diri sendiri.  Ini sedikit memuakkan prosesnya, terlebih ketika kita sudah  berkutat lama  dengan tulisan kita. Tetapi laluilah. Tegalah untuk mengedit tulisan kita sendiri.  Posisikan diri sebagai pembaca. Editor yang baik akan menyempurnakan tulisan yang sederhana sekalipun. Kuncinya menulislah dengan semenarik  mungkin. Tulisan yang buruk atau membingungkan hanya menunjukkan cara berpikir  kita yang tak lurus mengurai tema-tema menjadi sederhana sederhana.

Tulisan kita adalah signature kita. Buatlah semenyenangkan mungkin bagi pembaca kita untuk menikmatinya.

Masih beranggapan tak bisa menulis?  Buang mimpi burukmu.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *