General

Temanku Bun……


Dear BuN,
Sapaan yang agak aneh di telinga. Tapi karib kedengarannya. Sekarib celoteh yang selalu keluar dari bibirmu, riang dan renyah. Pasti hangat ya BuN bila berada di dekatmu, karena itulah pancaran auramu.

BuN,
Saat aku menulis surat ini untukmu, aku sedang mendengarkan Still nya Commodores dan Three Times A Ladi nya Lionel Richie. Sambil senyum sendiri membayangkan mata yang tanpa dinding yang kau miliki. Yah, itulah mata kamu, yang akan meleleh menumpahkan limpahan air matamu, bila sedikit saja rasamu terusik. Sedemikian peka dirimu BuN. Tapi aku tahu, itulah kekuatanmu.

Pasti masih jelas terekam, saat kau jongkok di depan kelas itu. “Tidak bisa jongkok nih, perutnya gendut,” keluhmu. Tapi kau terus diam dalam posisi itu, sambil menutup mukamu dengan telapak tangan. Dan, bisa kutebak adegan yang berikutnya. Kau coba menutup tumpahan air mata itu. Tapi tak berhasil. Alirnya lebih kuat dari tapak jarimu.

Dan bola-bola mainan itupun kami lempar kearahmu. Hanya bola mainan, tetapi ia merajam rasamu. Mengusik gundahmu, memenuhimu dengan cemooh. Bola demi bola, kata demi kata. Dan kami masing-masing melakukan dengan kesungguhan mencelamu, sampai runtuh harga dirimu. Hanya semenit dua menit sebetulnya. Tapi aku tahu, saat itu sepertinya waktu berhenti berdetak. Membuatmu ingin meledak.

Dengan masih terisak, kau berdiri di kursi merah itu. Dan masih memainkan adegan yang sama. Dirajam dengan bola penghinaan, sesuatu yang selalu coba kau hindari seumur hidupmu. Ternyata beda ya, ketika kita dihina dalam kondisi terpuruk, dan ketika kita berada di posisi atas. Padahal sama-sama dihina. Bedanya hanya cara kita menyikapi ketidaknyamanan itu.

Ah permainan sederhana yang menyembuhkan luka ya BuN. Kita, kamu dan kami, belajar banyak. Terima kasih BuN, lukamu juga menyembuhkan kami.

BuN, kini bara semangat sudah menjala di hatimu kan? Untuk rumah besar yang bisa kau jadikan tempat berkarya. Aku yakin, baranya tidak pernah padam. Seperti nyala hangat yang selalu kau lihat di mata putri kecilmu. Itulah nyala kehidupan.

Terima kasih ya BuN, sepenggal waktu bersama di Pine Wood, yang membuat kita lebih mengenal kedalaman hati kita masing-masing. Ah, kali ini lagu yang aku dengar You Make My World So Colourful. Yukkkk warnai dunia ya BuN.

BuN, adalah salah seorang teman yang mengikuti kegiatan Quantum Trance Formation di Pine Wood, beberapa waktu lalu.

Salam

Emmy Kuswandari, Malang Juli 2009

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *