Personal Branding

Saya sebetulnya lebih suka menggunakan bahasa yang mudah. Nanti saya coba cari padanannya. Di dunia media sosial, ada beberapa akun yang suka saya amati. Yang mengeluh tak berkesudahan. Yang membuat pencitraan  dirinya lebih besar dari bayangannya. Yang pintar tetapi menyamar pekok. Semuanya ada. Dunia maya, kadang menjadi dunia suka-suka. Terserah loe mau jadi apa saja.

Tetapi tak jarang, banyak yang memanfaatkan media sosial ini untuk berkicau dengan tetap menjadi dirinya. Tampil manis, tetapi tak manja. Cerdas dan kadang ada minusnya dalam tempo yang tak terlalu lama bedanya. Tak menggerutu kalau tak perlu.

Jadi bagaimana sebaiknya menampilkan diri di media sosial kita? Apapun gayamu, jujur adalah yang utama. Syukur cuitanmu membuat mereka yang baca tersenyum gembira. Atau pembaca buah-buah pikirmu merasakan ada manfaatnya.

Continue reading “Personal Branding”

Mengejami Diri Sendiri

Sebelas tahun menjadi wartawan, sebelas tahun sebagai PR profesional, tentu banyak pengalaman. Bagaimana sih bertahan dan tetap dalam stage jatuh cinta dengan profesi ini?

Dulu ketika masih menjadi wartawan, satu pelajaran yang saya ingat betul dan tetap  saya terapkan hingga saat ini. “Pembaca kamu beragam, dari tukang becak sampai profesor. Dari ibu rumah tangga hingga doktor. Ketika tulisanmu buruk, mereka akan menghujat kamu.” Ujar mentor saya ketika itu.

Continue reading “Mengejami Diri Sendiri”

Belajar Mencintai

Terpikirlah kita bahwa pada umur tertentu kita ingin menjadi ini dan itu? Apakah waktu itu bekerja sebagai PR masuk dalam pekerjaan impian kita? Apapun profesi saat ini, belajar mencintai wajib hukumnya.

Profesi sebagai humas dalam beberapa tahun terakhir ini menjadi pilihan favorit para milenial. Tengoklah di kampus-kampus yang menyediakan jurusan PR. Penuh dengan peminat.

Continue reading “Belajar Mencintai”

WAG, Ruang Meeting yang Efektif

Aku terbangun karena silau matahari. Mengeliat lalu beranjak  membuka jendela.  Rasa-rasanya kalimat itu kita dengar puluhan atau belasan tahun yang lalu. Yang terjadi sekarang,  buka mata dan meraba dimana handphone berada. Pagi kita diriuhkan dengan pesan yang bertubi di WA Group. Beberapa urgent untuk segera ditanggapi. Dan jadilah ini ritual pagi kita.

Bekerja di kota besar seperti Jakarta misalnya, bekerja secara efektif dengan sesuai dengan kemajuan zaman menjadi tuntutan. Untuk berpindah dari tempat satu ke lokasi lain  yang membutuhkan waktu berjam-jam (saya sendiri perlu 3-4 jam hanya untuk pulang pergi kantor rumah), remote working menjadi solusi. Dan WAG menjadi tempat yang efektif untuk melakukan rapat.

Continue reading “WAG, Ruang Meeting yang Efektif”

Berteman dengan Wartawan

Tidak semua dikaruniai kemampuan untuk berteman dengan wartawan. Berteman dengan wartawan memang gampang-gampang susah untuk tidak mengatakan tak mudah lho berteman dengan wartawan.

Kenapa harus berteman dengan wartawan? Satu hal yang harus dipahami, wartawan adalah stakeholder dari pekerjaan kita sebagai humas. Apa yang dilakukan oleh perusahaan perlu untuk diketahui juga oleh masyarakat. Salah satunya melalui saluran media. Melalui wartawanlah perkembangan kinerja, update situasi terkini atau pun penjelasan terhadap suatu krisis bisa kita lakukan.

Continue reading “Berteman dengan Wartawan”