Tips Agar Anak Gemar Menulis

Cerita kemiskinan kadang berulang. Berita atau informasi yang dulu kita dengar sekian belas atau sekian puluh tahun yang lalu, tiba-tiba terputar lagi.

“Saya belajar membaca dari sobekan koran, bekas bungkus  makanan yang dibeli ibu,” suara polos  Alfia yang lirih tapi menyambar telinga saya bagai halilintar. Alfia Kirana Maheswari, 10 tahun usianya,  pelajar SDN 1 Dapurno, Wirosari, Grobogan, Jawa Tengah.

“Lho memang tidak ada buku buat belajar?” Tanya saya. Ia menggeleng lemah. Sobekan Koran yang mengubah jalan  hidup seseorang dulu sering kita dengar. Tetapi mendengar anak belajar membaca dari koran bekas bungkus nasi jagung di tahun 2018 ini sedih rasanya di hati.

Saya  bertemu Alfia di Jakarta. Ini pertama kalinya ia ke Jakarta. Naik pesawat terbang pula.

Continue reading “Tips Agar Anak Gemar Menulis”

Akway: Viagra dari Papua

Apa yang menarik dari stand kecil dari Papua diantara stand-stand mewah yang ada di Indonesia Trade Expo di ICE BSD yang lalu? Pasti selalu ada yang menarik. Terutama buat saya. Penjelasan penjaga stand yang sederhana justru menarik perhatian saya. Beberapa barang kerajinan dipajang. Tetapi yang menarik perhatian justru buah merah dan akway. Buah merah kita tahu banyak sekali fungsinya.

“Coba saja kak pakai sendok untuk mencicipi,” ujar penjaga stand yang  saya lupa bertanya namanya. Tadinya saya dan Denis, teman sekantor hanya mencium baunya saja. Tetapi saya tergelitik mencoba. Terlebih buah merah aslinya juga dipajang di sana. Mirip nangka atau cempedak. Saya potek bijinya dan mencicipi. Tawar saja.  Dan keras. Warnanya jelas merah menyala.

Saya cicipi satu sendok buah merah yang sudah diolah, mirip minyak yang berwarna merah.  Rasa minyaknya dominan, mirip dengan rasa dan aroma minyak kelapa yang kita minum begitu saja. Dari testimoni beberapa kawan, buah merah ini banyak fungsinya.

Continue reading “Akway: Viagra dari Papua”

Kamu Masih Bergairah?

“Aku sedang tidak bergairah.”  Kalimat ini bagi yang sudah berpasangan dan menikah tentu bagai bom yang dijatuhkan tak jauh dari telinga. Mungkin suaranya hanya bisikan lemah, tapi efeknya bikin jantungan tentu saja. Lalu buru-buru olah-raga, mengirim bunga dan rayuan seperti zaman pacaran dulu kala. Atau buru-buru cari Viagra.

Bukan…bukan…..saya  tidak sedang bahas gairah yang itu. Gak usah sensi, mblo. Tapi gairah yang lain.

Continue reading “Kamu Masih Bergairah?”

Terima Kasih, Udin

Jalur irigasi yang nyaris tak berisi air. Jalan lintas yang berdebu. Dan warung-warung kecil yang seakan menyeruak begitu saja dari rumah yang hanya sepetak. Kaki anak-anak berbalut debu dan tanah, usai lelarian di siang yang panas.

Pemandangan ini tak beda jauh dari gambaran dua tahun lalu ketika menyusur jalan yang sama. Rasanya  Serang bergerak lambat dari kebaruan. Dua tahun lalu saya ikut menyusur jalur irigasi itu untuk sampai di sebuah sekolah di Kragilan.  Anak-anak yang gembira  mendapat  meja kursi baru untuk belajar sehari-harinya.  Meja kursi yang baru saja selesai dicat. Greshhhh…..anyar, masih wangi.  Seolah-olah  meja kursi itu barang yang begitu berharga di sekolah dasar tersebut.

Continue reading “Terima Kasih, Udin”

Suherman: Selalu ada Waktu untuk Berkarya

Serang Banten yang terik siang itu, menjadi lebih teduh dengan senyuman Herman, Suherman nama lengkapnya. Lelaki 35 tahun itu senang kalau ada tamu berkunjung ke rumah yang sekaligus jadi bengkel kerjanya. Halaman rumah yang cukup luas ia jadikan bengkel kerja untuk membuat cinderamata khas Banten. Kami duduk di kursi kayu yang ia buat. Tembok yang jadi latar belakang di cat hitam dengan tulisan putih “ Masih ada Waktu untuk Berkarya.”

Setiap tamu yang datang berarti rezeki baginya. Entah memesan cinderamata atau ingin tahu lebih jauh tentang Cipta Handycraf yang dikelolanya. Baru dua tahun ia jalani membuat berbagai kerajinan dari kayu ini. Tadinya dia dan saudara-saudaranya bekerja sebagai panglong, membuat kusen rumah. Sekali order tak luput 5-15 juta ia dapatkan. Tetapi tak pasti, setahun hanya berapa kali order. Itu artinya, ia harus menata benar-benar uang yang didapat. Dengan pendapatan segitu, harus dibagi dengan beberapa tenaga yang membantunya. Biasanya nilainya jadi jauh di bawah UMR Serang.

Continue reading “Suherman: Selalu ada Waktu untuk Berkarya”