My Happiness Project

Beberapa  Minggu ini saya bolak balik  ke  Yogya.  Ada saja yang  saya kerjakan. Terutama untuk Happiness Project  yang sedang saya rintis. Iya, projek bahagia. Saya lakukan pelan-pelan dengan penuh cinta.  Mau ngapain sih di Yogya? Yang jelas, menemui cinta saya.  Iya cinta saya ada di sana.  Pikiran saya tak bisa lepas  pada sosok penuh cinta  yang membuat saya  ada di dunia ini, bapak ibu saya.

Tengah November lalu, saya berlari dengan bahagia di Borobudur Marathon 2018.  Bahkan menjadi virgin half marathon saya.  Senang pastinya. Dapat medali pula. Meski waktu tempuh ya nyarislah kena cut of time (COT), 3 jam 51 menit, 52 detik, dari batasan 4  jam yang ditentukan panitia.

Usai lari saya persiapan balik ke  hotel dan dan  bersiap kembali ke Jakarta,  dengan segera. Karena ini HM saya  yang pertama, proses melemaskan kaki tentu bukan hal  mudah. Hingga kembali ke Jakarta, semuanya cerita bahagia, meski saya sempat kehilangan HP baru di Borobudur Marathon.

Continue reading “My Happiness Project”

Pengalaman HM di Borobudur Marathon 2018

Lari itu seperti mengelola kehidupan. Iya bener. Tahu kapan harus bersiap, berlari pelan dan konstan, kadang berjalan dan sesekali  dangdutan. Paling utama dari itu adalah memperhatikan sinyal-sinyal badan. Ini paling penting. Dan pelajaran terbesar dari lari jarak jauh yang saya lakukan.

Ini kali pertama saya berlari half marathon. Yakin sanggup? Dua minggu terakhir yang banyak kegiatan dan hanya sesekali berlari di Ragunan. Yup saya sanggup. Hanya berpikir sederhana. Berlari 10-15 km dan beri bonus untuk berjalan dan pepotoan. Dan ternyata saya sanggup berlari terus hingga km 15. Berhenti sebentar menemani mbak Grace Kartika membeli caping dan foto di Candi Pawon. Itu pun saya sambi ndangdutan dari speaker warga yang diputar menggelegar. Lumayan ngglemesin otot.

“Eh mbak ojo isin kekancan karo aku ya,”kataku ke Mbak Grace usai beli caping. Khawatir aja dia gilo ngeliat tetangga di Yogya ini njoget di tengah jalan. Kami tertawa. Ketemu mbak Grace ini ini seperti menemukan running buddies, karena sepanjang jalan saya berlari sendirian.

Melewati km 15 jauh sebelum COP rasanya prestasi buat kami. Tos kami berdua. Dan ini birthday runnya Mbak Grace.

Continue reading “Pengalaman HM di Borobudur Marathon 2018”