Johanes Koto, Penjaga Arboretum yang Setia

Termpat bermain gajah, luasssss banget

“Selamat pagi Bu. Ini saya Johannes Koto yang akan mendampingi tamu besok ke arboretum,” Sebuah pesan masuk,  pagi hari sebelum kami berangkat ke Pekanbaru,  dari Pak Johanes. Saya senang.  Sudah cukup lama tidak masuk ke  arboretum.  Terakhir mungkin 4 tahun lalu mengantarkan Profesor Miyawaki,  bapak pohon dari Jepang pada tahun 2014 lalu.

Miyawaki adalah akademisi sejati.  Di usianya yang 86 tahun,  ia semangat jumpa pohon di berbagai dunia.  Selama di perjalanan mungkin laiknya opa-opa senior,  tampak mengantuk.  Tetapi begitu ketemu anak-anak kecil,  dengan senang hati ia mengajari untuk menanam pohon.  Anak-anak di Perawang,  yang belum bisa bahasa Inggris atau Jepang.  Tetapi ini tak menyurutkan komunikasi diantara mereka.  Anak-anak menirukan yang diajarkan Miyawaki San.

Itu belum seberapa,  dalam perjalanan pulang kami melintas arboretum.  Profesor minta berhenti.  Lalu bergegas turun dari mobil dan masuk ke  kawasan tanaman yang lebih gelap. Tanah tertutup daun-daun, jadi kalau keinjak melesak ke bawah. Miyawaki mendadak muda. Pohon-pohon yang menghalangi wajah diusirnya.  Jalan yang tertutup daun kering dan licin dilaluinya begitu saja. Ia menghampiri tanaman satu persatu, layaknya ketemu teman lama. Mengamati dan bercerita panjang. Ia memperhatikan pohon dengan detailnya. Di dalam hutan edukasi  itu, ia tak peduli serangga mendekatinya. Aku takjub.  Miyawaki yang mendadak bukan lagi opa-opa.

Continue reading “Johanes Koto, Penjaga Arboretum yang Setia”