Suherman: Selalu ada Waktu untuk Berkarya

Serang Banten yang terik siang itu, menjadi lebih teduh dengan senyuman Herman, Suherman nama lengkapnya. Lelaki 35 tahun itu senang kalau ada tamu berkunjung ke rumah yang sekaligus jadi bengkel kerjanya. Halaman rumah yang cukup luas ia jadikan bengkel kerja untuk membuat cinderamata khas Banten. Kami duduk di kursi kayu yang ia buat. Tembok yang jadi latar belakang di cat hitam dengan tulisan putih “ Masih ada Waktu untuk Berkarya.”

Setiap tamu yang datang berarti rezeki baginya. Entah memesan cinderamata atau ingin tahu lebih jauh tentang Cipta Handycraf yang dikelolanya. Baru dua tahun ia jalani membuat berbagai kerajinan dari kayu ini. Tadinya dia dan saudara-saudaranya bekerja sebagai panglong, membuat kusen rumah. Sekali order tak luput 5-15 juta ia dapatkan. Tetapi tak pasti, setahun hanya berapa kali order. Itu artinya, ia harus menata benar-benar uang yang didapat. Dengan pendapatan segitu, harus dibagi dengan beberapa tenaga yang membantunya. Biasanya nilainya jadi jauh di bawah UMR Serang.

Continue reading “Suherman: Selalu ada Waktu untuk Berkarya”