Menjangkau Perempuan Indonesia Melek Teknologi

Plaform sosial media sangat beragam. Mau buat ghibah bisa, mau riya apalagi, berbagi informasi, nitip nyimpen dokumentasi, dan pastinya jualan ini dan itu. Belajar sosial media ini makin dikejar makin lari. Jadi pinter-pinternya kita memanfaatkan teknologi untuk kebaikan dan syukur mendatangkan banyak orderan dari barang dan jasa yang kita jual. Jangan mau hanya jadi alat saja untuk nyebar hoax. Uang tak dapat, bijak pun tak nampak.

Senang hari ini punya waktu dengan teman-teman perempuan Hebat yang mempunyai produk beragam. Ada jamu, ada produk fashion nya mbak Tatty Aprilyana dengan @biar.senang, ada kebayanya mbak Titis, ada rendang, kebab kebib, dan banyak lagi. Syukur-syukur belajar bareng Womenwill ini bisa menular ke banyak teman perempuan di seluruh Indonesia.

Continue reading “Menjangkau Perempuan Indonesia Melek Teknologi”

Jebakan Google

Menuntut ilmu itu cukup dengan meluruskan niat dan menghilangkan malas. Dan its make my day. Sehari tujuh kali naik ojek Thamrin Manggarai, hari itu. Dekat sih. Tapi kalau lari, lumayan juga. Jam 8 pagi dan berakhir hampir jam 5 sore. Menulis dengan tangan paling banyak sepanjang tahun ini barangkali. Dokumen setebal matras protector. Dan tidak boleh bosan dengan pertanyaan berulang.

Sertifikasi PR sudah lama saya tunggu-tunggu, setelah sebelumnya menjalani akreditasi PR. Wajibkah dua-duanya? Tidak tentu saja. Ini lain dengan sertifikasi guru, yang boleh mengajar bila memenuhi syarat administratif, diantaranya sertifikasi.

Tapi saya niat. Niat sekali. Dengan mengusung 3 bundel portofolio. Keren? Ya ndak juga, karena memang banyak bukti yang harus disertakan. Sertifikasi ini lain dengan akreditasi. Kalau akreditasi, kita diminta untuk presentasi program. Sedangkan sertifikasi, cukup dengan menyertakan berbagai bukti-bukti administratif dan bukti pekerjaan, tergantung jenis atau level sertifikasi yang diambil.

Continue reading “Jebakan Google”