Secangkir Pagi

Hari ini saya tidak bisa menikmati lezatnya kopi yang biasanya menyemangati hari. Beberapa hari ini sebetulnya.

Tak bisa menikmati kopi, membuat saya gelisah. Saya jadi memikirkan apa yang salah. Berganti-ganti kopi, roasting dan grinder yang baru. Mencoba jenis ini dan itu tetap saja yang terasa hanya pait, tanpa sensasi bahagia.

Lalu jumpalah saya dengan Pak Prawoto, pakar kopi sekaligus teh. Dari sini, kenangan ngeteh di masa lalu seperti dipanggil kembali.

Continue reading “Secangkir Pagi”