Kamu Masih Bergairah?

“Aku sedang tidak bergairah.”  Kalimat ini bagi yang sudah berpasangan dan menikah tentu bagai bom yang dijatuhkan tak jauh dari telinga. Mungkin suaranya hanya bisikan lemah, tapi efeknya bikin jantungan tentu saja. Lalu buru-buru olah-raga, mengirim bunga dan rayuan seperti zaman pacaran dulu kala. Atau buru-buru cari Viagra.

Bukan…bukan…..saya  tidak sedang bahas gairah yang itu. Gak usah sensi, mblo. Tapi gairah yang lain.

Continue reading “Kamu Masih Bergairah?”

Tahun kesebelas

Ini tahun ke 11. Ya……rentang waktu yang sama lamanya dengan profesi terdahulu sebagai jurnalis. Tahun dengan keputusan untuk mengakhiri pekerjaan yang dicintai dengan sepenuh hati. Itu dulu.

Ah ya, jurnalis adalah pekerjaan yang benar-benar membuat saya jatuh cinta. Dari tidak tahu bagaimana mengoperasikan komputer, merangkai kata dan bertanya pada nara sumber, lalu semuanya berjalan begitu saja. Meski adakalanya berjam-jam di depan komputer dan hanya nulis nama kota lalu spasi saja. Tapi jurnalis juga yang menghantarkan saja keliling Indonesia. Gaji boleh seadanya, tetapi pengalaman batin saya sangat kaya. Sebutlah nama daerah, dan bisa dipastikan saya memiliki cerita di dalamnya.

Continue reading “Tahun kesebelas”