Dan Lelakipun Kembali

Saya tidak punya gambaran tentang Desa Delima sebelumnya. Ini kunjungan pertama.  Dan saya jatuh cinta dengan semangatnya.  Ada gairah yang sulit diungkapkan  kata-kata.

Debu tebal mengiringi perjalanan kami dari Sei tapa. Tiga puluh menit lamanya. Dari Jambi bisa 3,5 jam.  Desa Delima, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, tepatnya.  Belum terlalu lama menjadi desa mandiri sebetulnya. Pemekaran dari Desa Purwodadi pada tahun 2008. Lalu menjadi desa mandiri pada tahun 2011, dan memiliki kepala desa  pertama kalinya pada tahun 2016.  Suhono,  namanya.

Ketika kami sampai di Desa Delima, Suhono sedang ngariung duduk di lantai bersama beberapa warga. Baju safari coklat khas perangkat desa menempel di badannya. Emblem tertera di saku kanannya. “Ayo masuk, kita ngobrol di dalam,” ajaknya.  Padahal, kami sebetulnya  pengen duduk di lantai saja. Panasnya Jambi terasa mencubiti pipi.

Continue reading “Dan Lelakipun Kembali”

Delima, (Kembang) Desa yang Selalu Gelisah

Zuvita bungah.  Terik  matahari siang tak dihiraukannya.  Ia berlari ke depan rombongan kami. Lalu mendadak berhenti. Mengeluarkan handphone  dengan cover lucu, entah gambar kucing atau panda. Coklat muda warnanya. “Cheerrsssss!” teriaknya. Kamipun sigap dengan permintaan wefienya.

Wajah Zuvita memerah.  Mungkin karena matahari  yang makin terik, tetapi saya yakin karena ronanya bahagia.  Kami baru saja diskusi tentang desanya, Desa Delima, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi.

Continue reading “Delima, (Kembang) Desa yang Selalu Gelisah”

Menjangkau Perempuan Indonesia Melek Teknologi

Plaform sosial media sangat beragam. Mau buat ghibah bisa, mau riya apalagi, berbagi informasi, nitip nyimpen dokumentasi, dan pastinya jualan ini dan itu. Belajar sosial media ini makin dikejar makin lari. Jadi pinter-pinternya kita memanfaatkan teknologi untuk kebaikan dan syukur mendatangkan banyak orderan dari barang dan jasa yang kita jual. Jangan mau hanya jadi alat saja untuk nyebar hoax. Uang tak dapat, bijak pun tak nampak.

Senang hari ini punya waktu dengan teman-teman perempuan Hebat yang mempunyai produk beragam. Ada jamu, ada produk fashion nya mbak Tatty Aprilyana dengan @biar.senang, ada kebayanya mbak Titis, ada rendang, kebab kebib, dan banyak lagi. Syukur-syukur belajar bareng Womenwill ini bisa menular ke banyak teman perempuan di seluruh Indonesia.

Continue reading “Menjangkau Perempuan Indonesia Melek Teknologi”

Mengenal Tehnik Kain Tie Dye Humbang Shibori

Melihat peragawati melenggak-lenggok di catwalk pasti membius kita. Entah karena ilusi badannya yang “sempurna”, langkahnya yang indah dilihat, matanya tajam menatap ke depan. Melayang langkahnya, seringan pakaian yang dikenakannya. Saya selalu menyimpan kenangan indah ini dalam memori saya.

Yang indah akan selalu indah. Dan saya seringkali membeli sesuatu karena cerita di belakangnya. Entah selembar kain, sepotong lukisan, atau sebentuk kopi. Batik Imogiri yang jadi cinta saya karena sepanjang memilih dan melihat-lihat batik di sana mendengarkan tuturan pebatik tua. Jatuh cinta dengan dompet dan tas karena tahu usaha itu didedikasikan untuk komunitas tertentu. Saya suka memiliki barang dengan cerita. Karena di situlah ikatan emosinya.

Continue reading “Mengenal Tehnik Kain Tie Dye Humbang Shibori”