Just Speak Up Your Mind

Ada satu malam dalam seminggu yang kami tunggu-tunggu. Kami sejumlah perempuan dari berbagai kota berdiskusi efektif tentang relasi dengan pasangan.

Benarkah memendam perasaan itu jadi bibit penyakit?

Kebanyakan kita akan mengatakan iya. Meski kita tak sepenuhnya menyadari bahwa dalam kesehariaan kita lebih banyak memendam perasaan karena merasa tidak enak, pekewuh, takut menyinggung, takut menimbulkan kemarahan kalau kita menyampaikan pendapat kita.

“Teman saya dijodohkan orang tuanya. Seumur hidup dia belum pernah merasakan dipegang tangannya dan dipeluk oleh suaminya,” ujar seorang anggota. “Tapi anaknya tiga,” lanjutnya. Kami terhenyak. Bagaimana mungkin untuk perhatian kecil itu saja dia tidak mendapatkan, tetapi bisa beranak 3? Tidakkah terbersit untuk bilang: ”Mas, peluk aku dong,” dengan intonasi manja dan mata sayu? Dan saya yakin, ini tidak hanya terjadi dengan satu dua perempuan.

Continue reading “Just Speak Up Your Mind”