Kisah Juru Bicara

Kamera liputan wartawan sudah tegak di pojokkan. Seorang  berdiri siap mengoperasikan. Satu penanya  memainkan gawainya. Isinya  daftar pertanyaan. Tadinya kami mengabaikan saja  peralatan tersebut.  Mungkin hanya untuk membuat dokumentasi kegiatan. Keberadaannya pun tak mengganggu hilir mudik kami. Dia diam di pojokan. Ini kelas lain dari yang lain.

“Bagaimana tanggup jawab  perusahaan dengan kejadian ini?”  pertanyaan pertama dilontarkan.

“Hemmmm….. Kami menempatkan kepentingan dan keselamatan masyarakat  menjadi prioritas…..bla…..bla..bla….,” seorang menjawab. Pertanyaan kedua, ketika hingga selanjutnya, badan mulai gelisah.  Mata entah melihat kemana saja. Tangan tak berhenti bergerak. Badan kadang miring kiri dan kanan. Suara aaaa…..eee…..ehmmmmm…. mulai sering terdengar.  Berkeringat pastinya.

Continue reading “Kisah Juru Bicara”