Akway: Viagra dari Papua

Apa yang menarik dari stand kecil dari Papua diantara stand-stand mewah yang ada di Indonesia Trade Expo di ICE BSD yang lalu? Pasti selalu ada yang menarik. Terutama buat saya. Penjelasan penjaga stand yang sederhana justru menarik perhatian saya. Beberapa barang kerajinan dipajang. Tetapi yang menarik perhatian justru buah merah dan akway. Buah merah kita tahu banyak sekali fungsinya.

“Coba saja kak pakai sendok untuk mencicipi,” ujar penjaga stand yang  saya lupa bertanya namanya. Tadinya saya dan Denis, teman sekantor hanya mencium baunya saja. Tetapi saya tergelitik mencoba. Terlebih buah merah aslinya juga dipajang di sana. Mirip nangka atau cempedak. Saya potek bijinya dan mencicipi. Tawar saja.  Dan keras. Warnanya jelas merah menyala.

Saya cicipi satu sendok buah merah yang sudah diolah, mirip minyak yang berwarna merah.  Rasa minyaknya dominan, mirip dengan rasa dan aroma minyak kelapa yang kita minum begitu saja. Dari testimoni beberapa kawan, buah merah ini banyak fungsinya.

Continue reading “Akway: Viagra dari Papua”

Kamu Masih Bergairah?

“Aku sedang tidak bergairah.”  Kalimat ini bagi yang sudah berpasangan dan menikah tentu bagai bom yang dijatuhkan tak jauh dari telinga. Mungkin suaranya hanya bisikan lemah, tapi efeknya bikin jantungan tentu saja. Lalu buru-buru olah-raga, mengirim bunga dan rayuan seperti zaman pacaran dulu kala. Atau buru-buru cari Viagra.

Bukan…bukan…..saya  tidak sedang bahas gairah yang itu. Gak usah sensi, mblo. Tapi gairah yang lain.

Continue reading “Kamu Masih Bergairah?”