Menikmati Danau Toba dari Desa Tongging

Jumat 2 November 2018 kesempatan saya yang kedua untuk melihat Toba. Pasti berbeda sensasinya karena berselang lebih dari 15 tahun. Bareng dengan teman-teman Journalist Mountain Bike (JMTB), mereka mencari turunan yang menantang dengan sepeda downhillnya. Ketika kita memegang rem dalam-dalam ketika melewati turunan, mereka melakukan yang sebaliknya. Beresiko pasti. Olah raga ini perlu kecerdasan tersendiri, gabungan tehnik dan nyali.

Berangkat dini hari karena harus loading belasan sepeda, sampai Kualanamu menikmati soto Medan dan kepala kambing untuk sarapan. Sarapan yang berat untuk kuat sampai Desa Tongging tujuan kami. Beberapa kali berhenti untuk ngopi, bercanda dengan monyet. Dan makan jagung rebus tentunya. Sampai di Desa Tongging sudah waktunya makan malam.

Continue reading “Menikmati Danau Toba dari Desa Tongging”

Petualangan di Negeri Panda

Masih ingat tulisanku tentang telpon dari Bos?

Nah ini dia kelanjutannya. Duta besar yang berbahagia, bos yang sumringah. Acaranya sukses. Wartawan banyak datang dan beritanya berlimpah. Lalu the end. Begitu biasanya. Tapi kali ini tidak biasa. Sukses yang satu diiringi dengan permintaan yang lain. Dan kok ya ndilalahnya lagi-lagi harus akrobat. Duta besar yang bersangkutan ingin mengundang sejumlah wartawan datang ke negaranya, melihat perkembangan yang terjadi dan menikmati wisata. Undangan yang sangat menarik.

Yang tidak menarik adalah tengat waktu yang diberikIan. Hanya ada dua atau tiga hari untuk mengundang wartawan, mendapatkan konfirmasi dan dokumen administratif penunjang. Disela pula dengan libur hari kemerdekaan. Komplit jumpalitannya.

Continue reading “Petualangan di Negeri Panda”

Bunda, Telpon dari Bos

“Bunda, ada telpon dari Bos,” ujar Benaeng, sambil menyorongkan HP.

Telpon dari bos, dan itu artinya pekerjaan. Hampir saja kami terlelap. Karena sudah masuk jam malam. Biasanya mata terpejam maksimal jam 10 malam.  Dan ini sudah lebih.

“Besok pagi ada event jam 10. Ada menteri dan duta besar hadir. Event sudah disiapkan, tetapi belum ada media yang diundang untuk meliput. Tolong bantu ya,” begitu pesan singkat diwartakan. Lagi-lagi saya tak punya kesempatan untuk bertanya detail acara dan bagaimana hubungan kita dengan kegiatan bisnis tersebut.  Saya hanya memikirkan ‘jam terjaga’ teman-teman di media yang paling tidak hingga jam 12 malam.  Lagi-lagi akrobat harus dilakukan. Saya siapkan draf undangan dan siap didistribusian melalui WA. Ke semua kontak yang saya punya. Setelah itu, hanya bisa berdoa, apa yang terjadi terjadilah. It will be will be. Lalu berusaha terpejam. Toh saya sudah memasrahkan pada alam miracle untuk besok pagi.

Continue reading “Bunda, Telpon dari Bos”

Berteman dengan Wartawan

Tidak semua dikaruniai kemampuan untuk berteman dengan wartawan. Berteman dengan wartawan memang gampang-gampang susah untuk tidak mengatakan tak mudah lho berteman dengan wartawan.

Kenapa harus berteman dengan wartawan? Satu hal yang harus dipahami, wartawan adalah stakeholder dari pekerjaan kita sebagai humas. Apa yang dilakukan oleh perusahaan perlu untuk diketahui juga oleh masyarakat. Salah satunya melalui saluran media. Melalui wartawanlah perkembangan kinerja, update situasi terkini atau pun penjelasan terhadap suatu krisis bisa kita lakukan.

Continue reading “Berteman dengan Wartawan”