Tim Reaksi Cepat (TRC) Pemadam Kebakaran yang Hebat

Hutan Gelam di Simpang Tiga, Sei Baung, hampir habis terbakar. Menyisakan sisa-sisa batang yang menghitam dan abu pekat sepanjang hamparan. Tidak mudah untuk melangkah untuk menjangkau petugas pemadam kebakaran yang masih bertugas melakukan pendinginan. Asap putih masih tampak di beberapa tempat, itu tandanya titik-titik tersebut perlu disemprot dengan lebih banyak air agar tidak kembali muncul potensi kebakaran. Meski cuaca panas, tetapi dengan angin yang tenang membuat petugas lebih ringan tugasnya. Siang atau malam, saat angin bertiup lebih kencang, mereka meningkatkan kewaspadaan karena api bisa muncul kembali dari panas yang belum benar-benar padam.

Tim Reaksi Cepat (TRC) Sinar Mas di Palembang sudah siaga sejak berbulan-bulan lalu untuk menghadapi musim kering di tahun ini. Meski terbilang berdurasi pendek, tetapi mereka tidak pernah menganggap ringan setiap potensi kebakaran yang terjadi. Nurdin (35) anggota TRC yang tengah mendinginkan sisa-sisa kebakaran  menjelaskan, dia bersama timnya sudah seminggu lebih berada di Simpang Tiga. Mendirikan posko lebih kecil dari posko utama yang berjarak 4 km an. Sumber air bersih yang tak mudah didapat, membuat ia dan timnya memilih tidak mandi karena membersihkan diri dengan air kotor, hanya membuat badan mereka gatal.

Nurdin adalah bagian kecil dari 49 personel TRC yang berada di Palembang. Mereka masih didukung oleh 1188 Regu Pemadam Kebakaran (RPK) yang terdiri dari berbagai latar belakang profesi di PT Bumi Mekar Hijau, supplier bahan baku pulp untuk APP Sinar Mas.

Menghadapi musim kering ini, Sinar Mas menyiagakan 128 personel TRC dan lebih dari 3000 Regu Pemadam Kebakaran yang tersertifikasi. Jumlah tesebut tersebar di Sumatera Selatan, Riau, Jambi, Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur.

Dengan mengoperasikan 11 helikopter water bombing, 1470 fire pump, 52 kamera termal dan cctv, 138 fire truck, 146 mobil patrol, lebih dari 500 pos pantau, 55 speedboat, 9 airboat serta 462 motor patrol, jumlah ini merupakan yang paling besar dimiliki perusahaan di Indonesia.

“Yang paling utama adalah kita mengintegrasikan semua sarana tersebut dengan sistem yang terpadu dan kemampuan personel untuk membaca situasi, melaporkan secara akurat dan juga menyelesaikan setiap kasus kebakaran dengan tepat. Ini adalah kekuatan utama integrated fire management Sinar Mas yang bisa kita andalkan untuk mengatasi kebakaran yang terjadi sepanjang  musim kering 2019 ini,” ujar  Fire Operasional Management Head Sinar Mas Region Palembang Mares Prabadi, Jumat (4/10). TRC dan RPK Sinar Mas, selama ini lebih banyak membantu pemadaman kebakaran di wilayah-wilayah luar konsesi karena secara regulasi diwajibkan untuk memadamkan kebakaran radius 5 km dari batas luar konsesi.

Mares menambahkan, dengan memiliki tim elit seperti TRC, memudahkan mereka untuk menganalisa dan menjangkau daerah-daerah yang sulit ketika terjadi kebakaran.  TRC bersama dengan kru helikopter akan membuat pengukuran dan analisa dari udara untuk kemudian  menentukan apa saja yang perlu segera dikirim ke daerah yang terbakar tersebut. Hasil size up tim ini akan dipadukan dengan citra satelit yang mereka dapatkan, sehingga hasilnya lebih akurat.

“TRC juga bisa diturunkan langsung dari helikopter, lengkap dengan peralatan pemadaman portable dan juga kelengkapan untuk bertahan hidup selama 1-2 hari,” tambah Mares.

Ilmu Pemadam Kebakaran

Meski cukup lama memiliki regu pemadam kebakaran terlatih, kemampuan ini perlu ditingkatkan, termasuk  mengintegrasikan  personel, alat dan sejumlah data tentang kebakaran ke dalam satu sistem.

“Dulu, ada personel, alat, dan data-data yang berserak, tetapi belum terintegrasi, sehingga tidak efektif. Semuanya data perlu disederhanakan sehingga bisa diakses dalam keadaan tanpa sinyal HP sekalipun,” ujar Juan Caamano dari Spatial Information Group yang memberikan banyak masukan agar Integrated Fire Management (IFM) berjalan efektif.

Sistem diturunkan dalam berbagai SOP, dan peta-peta dibuat berdasarkan berbagai data yang ada.  Informasi hot spot atau pun fire spot dan luasan kebakaran dipantau oleh helikopter dan berbagai satelit. Peta-peta aktual ini juga bisa diakses secara offline, sehingga tim yang bertugas jauh dari fire base, bisa mengetahui perkembangannya.

IFM atau manajemen penanggulangan kebakaran terintegrasi di Palembang ini dikendalikan 18 personil dengan berbagai spesialisasi yang mereka miliki. Secara garis besar, terdapat empat pilar utama IFM yaitu persiapan, deteksi dini, respons cepat, serta pencegahan. Berbagai data dipantau secara real time.

“Ilmu tentang fire ini ilmu yang selalu berkembang. Dan di Indonesia tidak banyak yang ahli di bidang ini. Di sini kita perlu berbagi dengan banyak anggota agar terdapat pemahaman yang sama,” tambah Mares.

Tim Elit

Meski memilik 3018 regu pemadam kebakaran yang tersertifikasi, perusahan memikirkan untuk perlu memiliki tim elit yang lebih dengan pemahaman membaca berbagai analisa dan data cuaca hingga dengan akurat termasuk memikirkan langkah pencegahan dan pemadaman.

“RPK diambil dari latar belakang karyawan yang beragam, ada bagian harvesting, plantation dan lainnya. Hanya karyawan di bagian administrasi saja yang tidak dilibatkan. Kemampuan mereka beragam, meski sudah ditraining dan tersertifikasi. Kami ingin ada tim yang khusus hari-harinya diisi dengan kegiatan yang terkait dengan ilmu pemadam kebakaran ini,” tambah Mares. 49 orang TRC yang ada di Palembang ini merupakan bagian dari 128 TRC di seluruh Indonesia. Jumlah ini masih jauh dari ideal sebetulnya, tetapi terobosan ini membawa banyak kemajuan.

Kegiatan TRC tak beda dengan tim elit dari berbagai kesatuan militer. Mereka memulai hari dengan kegiatan fisik seperti olah raga, update informasi terkait kebakaran, simulasi di kelas dan juga praktik di lapangan.

Di depan mess mereka, terdapat berbagai alat simulasi dan berbagai peralatan. Dua mess berjejer sebagai tempat istirahat, di depannya terdapat airboat, staging area dan gudang peralatan. Sisi depan, terdapat ban-ban ukuran besar tempat mereka olah fisik. Samping kiri, ada area cukup luas untuk simulasi lapangan. Di ruang kelas, juga ada meja dari pasir untuk membuat simulasi mini. Sementara di seberangnya, fire base untuk integrated fire management berdiri.  Di sinilah berbagai data diolah, pergerakan TRC dipantau dengan GPS ketika bertugas di lapangan, pergerakan helikopter dimonitor dari berbagai layar pantau. Data cuaca, data satelit, data hotspot dan fire spot, semuanya bisa dilihat real time.

Perjalanan menjadi anggota TRC sendiri tidak mudah. Dipilih dengan syarat ketat dan pelatihan berat. Bayak yang gugur di awal penjaringan. Tidak hanya secara fisik yang harus unggul, tetapi juga kecerdasan untuk memahami setiap materi yang diberikan. “TRC dituntut untuk mampu membaca situasi nyata di lapangan, membuat analisa dan juga mengambil keputusan-keputusan penting di lapangan,” tambah Mares.

Mendampingi TRC selama tiga tahun, Juan memastikan porsi latihan, disiplin, dan evaluasi dari waktu ke waktu. TRC tak boleh cuti sejak beberapa bulan sebelum musim kering hingga awal musim penghujan. Masuk musim penghujan pun, mereka tak diam, tetapi digembleng dengan dengan berbagai training dan menu workshop. Mereka juga mengikuti liga yang dibuat antardistrik. Liga ini bukan sekedar lomba, tetapi jadi ajang antardistrik untuk sharing knowledge dan cara paling efektif untuk membangun kekompakan tim.

“Di Indonesia, TRC pemadam kebakaran Sinar Mas ini harus diakui sebagai yang terbaik. Mereka profesional dan memiliki semangat tinggi,” ujar Juan.  Mares pun mengakui hal yang sama.

Meski begitu, Mares tak lantas berpuas diri. “Tantangan terbesar adalah ilmu fire ini jalan terus. Setiap areal rawan kebakaran berbeda-beda penyebabnya. Ilmu kebakaran ini jarang dimiliki orang. Masih sangat sedikit yang ahli di Indonesia. Orang yang bisa mengerti system fire, community base fire management itu masih sedikit.  Kita membangun terlebih dahulu dan terus melakukan perbaikan,” pungkasnya.

 

Facebook Comments

Author: emmy

HIdup adalah Pesta. Harus dirayakan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *